Syair Perahu
Karya: Hamzah Fashuri
Jikalau engkau ingati sungguh,
angin yang keras menjadi teduh
tambahan selalu tetap yang cabuh
selamat engkau ke pulau itu berlabuh
Tongkatnya lekat tiada terhisab,
badanmu remuk siksa dan azab,
akalmu itu hilang dan lenyap,
tanpa ada tujuan yg tetap,
Makna
Jika seseorang benar-benar mengikuti nasihat dengan sungguh-sungguh.
Masalah besar dalam hidup akan terasa lebih ringan.
Dengan sikap tekun dan kuat, seseorang tidak mudah menyerah.
Ia akan berhasil mencapai tujuan hidupnya dengan selamat.
Semua peristiwa terjadi sesuai dengan waktunya.
Masalah hidup datang tanpa bisa dihindari.
Manusia harus belajar dari orang-orang bijaksana.
Hidup harus dijalani dengan persiapan yang matang.
Pada bait di atas, tentang balasan kepada orang-orang yang berakhlaq baik kepada Allah swt sehingga Hamzah Fansuri dalam syairnya menjelaskan kepada pembaca (umat Islam), agar selalu mengingat pedoman yang sudah ditetapkan oleh Allah swt, sehingga manusia sampai pada tujuan yang terakhir dengan selamat karena dalam perjalanan hidupnya dibekali dengan pedoman yang tepat.
Nilai - Nilai
A. Nilai Moral
- Kesabaran menghadapi cobaan
- Ketekunan dan konsistensi
- Tidak mudah menyerah
B. Nilai Pendidikan
- Pentingnya belajar dan menuntut ilmu
- Perlu persiapan matang sebelum bertindak
C. Nilai kehidupan
- Hidup penuh tantangan
- Kesuksesan dicapai dengan usaha dan kebijaksanaan
Angin yang keras: Masalah, atau rintangan berat.
Teduh : Tenang, dan tidak berbahaya.
Cabuh: Kuat, teguh pendirian.
Sampailah ahad: Datangnya waktu atau saat tertentu.
Perahu : Kehidupan yang sedang dijalani.
Budimannya: Orang yang berbudi luhur dan berilmu.
Komentar
Posting Komentar