Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Narasi

  Awan yang Menunda Hujan      Aku bukan awan biasa. Sejak lama aku menggantung di langit wilayah yang nyaris tak pernah hujan. Dari atas sini, aku melihat bumi perlahan kehilangan harapannya. Sungai menyempit, tanah merekah seperti luka yang dibiarkan terbuka, dan angin membawa debu ke mana-mana.      Aku menyimpan air banyak sekali. Setiap butirnya lahir dari penguapan laut dan danau, dikumpulkan dengan susah payah. Tugasku jelas, menurunkan hujan. Namun langit tak selalu adil pada tugas-tugas sederhana itu. “Belum waktunya,” kata langit.      Aku protes dalam diam. Aku melihat petani yang duduk lama di tepi sawahnya, menatap kosong tanah yang seharusnya hijau. Aku melihat hewan yang mencari-cari genangan air. Aku tahu, jika aku menunggu terlalu lama, air yang kusimpan bisa hilang terbawa angin.      Aku mulai berat. Bukan karena air, melainkan karena pilihan. Jika aku memaksa menurunkan hujan sekarang, bencana bisa ...