Naskah drama dari cerpen "Belis Si Mas Kawin"
Cerpen : Belis Si Mas Kawin
karya Fanny J. Poyk
Antara adat dan cinta
Tokoh :
- Jublina: Perempuan muda, PNS, keturunan bangsawan Rote.
- Ben: Pacar Jublina, PNS, berasal dari Pulau Rote.
- Ayah Jublina: Ayah Jublina, menjunjung tinggi adat dan tradisi belis.
- Ibu Jublina: Ibu Jublina, lebih moderat.
- Babtua: Sepupu ayah Ben, tokoh adat di Rote.
Adegan 1 ( Rumah Jubliana)
Ayah :" Jubliana kemarilah! Ada yang ingin Ayah sampaikan."
Jubliana :" Ada apa ayah? "
Ayah :" Sudah terlalu lama. Apa saja yang kalian lakukan selama 5 tahun itu? "
Jubliana :" Ayah, kami masih perlu waktu banyak yang harus hal dipertimbangkan."(dengan nada serius)
Ayah :" Ingat nak, kau ini perempuan, jangan sampai kau teralienasi dari tubuhmu, tercerabut dari kerangka kewanitaanmu. Jika kau telah menyerahkan harga dirimu, maka kau akan terasing dari tubuhmu Kau Hanya dianggap sebagai komoditi saja, komoditi untuk menyalurkan libido seksnya. Maka cepat kau panggil dia ke rumah, Ayah ingin dia segera melamarmu, kalian sudah sama-sama dewasa, sudah sarjana dan sudah punya pekerjaan yang bagus jadi PNS, mau apa lagi? "
Jubliana terdiam
Adegan 2
Keesokan harinya Jubliana pergi ke kediaman Ben. Ben sudah ku beri tahu tentang itu, tentang panggilan ayahku. Ia Termenung Titik di halaman rumahnya yang tidak terlalu luas. Seorang bab 2 yang merupakan sebuah ayahnya sedang menyantap Nira.
Jubliana : " Kenapa Ben? Kau takut bertemu ayahku?"( sambil memperhatikan Ben yang termenung dengan tatapan kosong)
Ben : ( Menghela nafas kasar). "Aku tak punya apa-apa yang akan kuberikan padamu Jublina, aku tak punya belis, aku hanya punya cinta yang tak bisa kulukiskan seberapa besarnya. Aku tidak bisa berbasa-basi. Lima tahun kebersamaan sudah kita jalani, kau tahu dalam lima tahun itu seperti apa diriku. Jika ayahmu meminta seperti apa yang dia inginkan, aku menyerah...," katanya putus asa.
Jubliana langsung diam membisu
Jubliana :" Kita kawin lari saja!" ( Jawabnya tiba- tiba.)
Ben :" Apa?" (Kagetnya). " Kau mau kita dikutuk keluarga. " Katanya dengan meninggi.
Jubliana :" Lalu bagaimana? Apa yang harus kita lakukan? " ( tanyanya dengan frustasi.)
Ben :" Nanti kupikirka. Memang sebaiknya aku menemui Ayahmu."(katanya final)
Adegan 3
Ben mendatangi rumah Jubliana dengan perasaan gusar, tegang.
Ayah : " Jadi bagaimana nak Ben? sudah lima tahun kalian pacaran, itu sudah terlalu lama. Usia putriku semakin menua, masa produktif dia untuk melahirkan anak semakin menyusut."
Ben masih diam ia bingung dengan apa yang ingin dia katakan pada pad ayah Jubliana.
Ayah :" Aku minta tahun ini juga kau melamar putriku. Kalian harus menikah, tak baik pacaran berlama-lama! "
Ben terkejut
Ben: "Tapi Pak, bagaimana dengan proses lamarannya? Saya...."
(Ibu Jublina masuk membawa teh, meredakan suasana)
Ibu: "Tenang dulu, semuanya bisa dibicarakan baik-baik. Bukankah cinta anak-anak kita ini murni? Kita orang tua harus mendukung, bukan menambah beban."
Ayah: "Aku tidak menolak cinta mereka. Tapi adat adalah adat."
Ben: "Pak, saya akan berusaha. Saya akan bicara dengan keluarga saya, saya akan minta bantuan Babtua untuk urusan adat ini."
Ayah: "Kalau begitu, kita tunggu kedatangan keluargamu. Belis bukan sekadar harta, tapi lambang penghargaan atas anak perempuan kami."
Adegan 4
(Rumah Babtua beberapa hari kemudian)
Babtua menerima kedatangan Ben dengan penuh hormat.
Ben: "Babtua, saya mohon bantuan. Saya ingin menikahi Jublina, tapi belis menjadi penghalang."
Babtua: "Anakku, belis memang adat, tapi kita bisa bicarakan. Mari kita susun bersama. Kita tidak bisa mencabut akar, tapi bisa menyesuaikan batangnya dengan zaman."
Ben: "Terima kasih, Babtua."
(Babtua memanggil keluarga besar dan mengatur pertemuan antar dua pihak. Proses negosiasi adat pun berlangsung. Ayah Jublina akhirnya luluh karena semangat Ben menjaga adat dan cinta.)
Ayah: "Baiklah. Kita adakan pernikahan adat dalam waktu dekat. Belis bukan soal jumlah, tapi itikad baik dan penghormatanmu pada kami."
Jublina (menangis bahagia): "Terima kasih Ayah, Ibu, dan semuanya..."
Ben menggenggam tangan Jublina dengan haru.
Tamat
Sumber yang digunakan
- https://ruangsastra.com/3480/belis-si-mas-kawin/
- https://www.kompas.id/baca/nusantara/2020/01 /10/belis-dan-tantangan-perempuan-di-rote
Komentar
Posting Komentar