Cerpen
Kehilangan Dalam Keheningan
Seorang gadis yang berumur 17 tahun yang sedang menduduki bangku SMA di SMA ternama Jakarta. Liona adalah nama gadis yang menyembunyikan segala kesedihannya dibalik sikapnya yang tenang dan pendiam. Liona adalah anak bungsu dari dua bersaudara yang tidak terlalu dipedulikan oleh orang tuanya. Orang tuanya lebih menyayangi kakaknya yang bernama Hasta daripada Liona sendiri karena suatu kejadian di masa lalu.
Sekarang orang tuanya lebih memilih tinggal di sebuah apartemen daripada tinggal di rumah bersama Liona. Hasta sekarang berkuliah di sebuah Universitas yang ada di Jakarta dan dia ikut tinggal di apartemen bersama orang tuanya. Terkadang Hasta juga mampir ke rumahnya hanya sekedar untuk mengambil beberapa buku dan pakaian yang ia tinggal di rumah tersebut.
#flashback#
Di sebuah taman terdapat dua anak yang sedang bermain ayunan. Ayunan itu dibuat oleh Ayah mereka untuk Liora dan Hasta. Tak berselang lama saat Hasta menaiki ayunan itu dan Liona yang mendorong, Liona tidak sengaja mendorong ayunan tersebut terlalu kencang yang mengakibatkan Hasta terjatuh. Akibat kecelakaan itu kaki Hasta mengalami Cedera. Ayah dan bundanya Segera melarikan Hasta kerumah sakit tanpa memikirkan Liona yang juga berada di situ. Ayah Liona marah besar kepada Liona. Sejak saat itu Liona merasakan berkurangnya kasih sayang orangnya. Orang tuanya menjadi gila kerja dan hanya memperdulikan Hasta.
Saat Hasta pulang kerumah ia menemukan adiknya yang turun dari tangga dan menyambutnya, "Kak mau makan apa? Biar aku masakin" sambut Liona. Sayang nya hal itu tidak digubris oleh hasta. Ia lebih memilih pergi ke kamarnya daripada menanggapi adiknya.
Di dapur Liona memasakkan makanan kesukaan kakak nya yaitu sayur capcay dan ayam goreng. Saat mengetahui Hasta turun tangga Liona mengajaknya makan. "Kak ayo makan! aku udah masakin makanan kesukaan kakak." Hasta diam tak menggubris ajakan adiknya. Liona terus membujuk kakaknya yang berakhir Hasta menurut dan makan bersama Liona. Saat setelah makan Liona bertanya ke kakaknya "kak kapan ayah dan bunda kesini lagi? aku kangen mereka". "Nggak usah berharap mereka datang ke sini, Lo tau sendiri mereka gila sama kerjaan.”. Liona hanya diam membisu.
Saat perjalan pulang Liona mampir ke sebuah cafe langganan nya dia memesan espresso dan meminumnya dengan tenang. Dalam ketenangan itu Tak lama kemudian beberapa remaja masuk ke cafe dan ternyata itu adalah Hasta beserta teman-temannya, Hasta tidak menoleh ke arah Liona sama sekali. Liona mendapati kehadiran Hasta sangat senang, ia tidak berani menyapa Hasta. Ia hanya meninggalkan pesan untuk Hasta yang ditulis di selembar kertas yang dilipat. Setelah memberikan kertas tersebut Liora langsung pergi. Teman Hasta menyadari dan tau kalau gadis itu adalah adik Hasta,”Lo nggak mau buka hati lagi buat dia? Gua tau kejadian dulu membekas di hati Lo , tapi Lo nggak kasihan sama adik lo? Dia sudah kehilangan kasih sayang orang tua nya di tambah lagi Lo yang cuek sama dia.”. “Lo nggak usah ikut campur!”ujar Hasta. “Gua nggak mau ikut campur,tapi Lo sahabat gue Ta gue nggak mau Lo nyesel nantinya.” Ujar temannya. Hasta hanya diam tak menanggapinya lagi.
Saat perjalanan pulang dari cafe tidak sengaja Liona melihat mobil Ayahnya, lalu ia memanggil mobil tersebut. “Ada apa?” Tanya ayahnya,”Ayah aku ingin ikut ke apartemen ayah dan bertemu dengan bunda, apakah boleh? Aku mohon yah.” Tutur Liona sambil memohon kepada Ayahnya. “Baiklah,tapi jangan buat onar di sana” ujar ayahnya. Liona mengangguk paham.
Setelah sampai di apartemen Liona sangat kegirangan. “Malam ini bermalamlah disini, ayah dan Hasta tidur di ruang tamu, kamu tidurlah dengan bunda!”. “Terimakasih ayah.” Ucapnya sambil kegirangan. Saat menemui bundanya di kamar ia langsung disambut oleh bundanya dan langsung disuruh bersih- bersih. “Tolong tanyakan kakakmu sekarang berada di mana dan bilanglah untuk segera pulang!” Ujar bundanya. “Baik bun.” Saat ingin mengirimkan pesan ke Hasta tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya, ternyata itu ayahnya “keluar dari kamar!” Perintah ayahnya. Liona segera keluar dan menuju ruang tamu yang ternyata juga sudah ada Hasta.“Lo puas udah bikin malu gue di depan temen-temen gue dengan surat sampah Lo itu.” Ujar Hasta. “Maaf kak tapi aku nggak bermaksud bikin kakak malu.”,”kamu ini bisa nggak sehari aja nggak usah bikin masalah! Bisa nggak nggak usah nyusahin ayah sama bunda.” Ujar sang Ayah.” Dan ayah bisa nggak tolong sayangi aku seperti ayah sayang sama kak Hasta! Aku juga anak ayah kan, aku juga mau diperlakukan sama seperti kak Hasta, aku sama kak Hasta itu sama yah, sama-sama anak ayah.” Ujar Liona dengan nada sangat menekan disertai air mata yang mengalir perlahan.” Aku juga iri yah sama kak Hasta bisa dapet kasih sayang ayah sama bunda, sedangkan aku? Apa ? Aku itu anak ayah sama bunda atau bukan.” Seru Liona. Semua orang yang ada di ruang tamu itu hanya diam membisu, tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun.” Aku pamit yah, bun, kak maaf mengganggu kalian dan maaf sudah melontarkan nada tinggi ke ayah.” Ucap Liona sambil meninggalkan apartemen itu. Mereka masih tidak percaya tentang apa yang barusan terjadi. Liona seorang gadis yang lembut selalu tenang, akhirnya mengungkapkan semua kesepian dan sakitnya. Perkataan Liona barusan sangat menampar merek.
Sejak saat itu keluarga Liona kerap pulang ke rumah mereka,tetapi Liona setia mengurung diri dikamar, ia tidak memperhatikan sekitarnya. Bahkan yang biasanya ia akan menyambut kedatangan keluarganya kini tiada lagi,”tok…tok…tok…Liona tolong keluar sebentar ayah ingin bicara.” Ujar sang ayah sambil mengetuk pintu kamar Liona. Tidak ada sautan dari dalam,”Liona ayah mohon tolong keluar.” Ucap Hasta. Akhirnya pintu terbuka secara perlahan, menampilkan seseorang yang sudah lama mereka rindukan suaranya, senyumannya dan keceriaannya. “ Ayo ke ruang tengah sebentar,bunda udah nunggu di sana.” Ajak sang ayah.
Saat ini mereka sedang berada di ruang tengah, “Liona bunda begitu juga dengan ayah dan kak Hasta minta maaf atas apa yang kami lakukan ke kamu. Kami sadar akan sikap kami yang membuat kamu kesepian.” Ucap bunda Liona dengan pandang sendu. Berbeda dengan Liona, gadis itu hanya diam dengan pandangan kosong.”kalian gak perlu minta maaf , itu akan sia-sia. Hati anak mana yang tidak sakit saat diperlakukan seperti itu.” Ucap Liona dengan dingin.” Sekarang aku sudah mati rasa, apakah kalian tau sebuah kata-kata ‘cermin pecah yang hancur berkeping keping, mungkin bisa disatukan kembali dengan lem tetapi tidak akan memantulkan bayangan yang sama seperti semula’ sama seperti hatiku yang mungkin akan menerima tapi sulit untuk melupakan.
~SELESAI~
keren bangett
BalasHapus👍
BalasHapusbagusss nyaa🤩
BalasHapusWah kaka nurr
BalasHapus